
Liputan6.com, Jakarta – BYD menegaskan bahwa teknologi menjadi fondasi utama dalam pengembangan kendaraan listrik, seiring transformasi industri otomotif global. Perusahaan asal Tiongkok ini tidak hanya menempatkan teknologi sebagai keunggulan kompetitif, tetapi menjadikannya sebagai DNA yang membentuk arah inovasi setiap produknya.
Dengan semangat “Technological Innovation for a Better Life”, BYD merancang kendaraan sebagai sistem cerdas yang presisi, adaptif, dan berkelanjutan, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sebagai perusahaan teknologi global, BYD mengintegrasikan riset, pengujian, hingga produksi dalam satu ekosistem inovasi terpadu. Pendekatan ini memastikan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya berupa peningkatan bertahap, tetapi merupakan lompatan terukur di berbagai aspek, mulai dari sistem penggerak, struktur kendaraan, hingga kecerdasan kontrol, yang semuanya dirancang sebagai satu kesatuan arsitektur.
Pendidikan publik juga menjadi bagian dari strategi BYD, salah satunya melalui sesi Technology Talk yang rutin diadakan di berbagai pameran otomotif, termasuk Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menekankan bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi.
“DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa kendaraan dalam satu arsitektur yang menjamin performa dan keselamatan secara konsisten,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Pendekatan ini diwujudkan melalui pengembangan e-Platform, arsitektur kendaraan listrik terintegrasi. Salah satu variannya adalah e3 Platform, yang dirancang untuk menyeimbangkan performa, kendali, fleksibilitas, dan keselamatan. Implementasinya terlihat pada Denza Z9 GT, yang menggunakan konfigurasi tiga motor listrik independen untuk mengatur distribusi tenaga dan torsi secara presisi.
Keunggulan e-Platform BYD
Platform ini mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), yang mengintegrasikan baterai ke struktur bodi guna meningkatkan kekakuan torsional dan perlindungan saat benturan. Ditambah sistem Independent Rear Wheel Steering, manuver di ruang sempit menjadi lebih mudah sekaligus menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi.
Seluruh dinamika kendaraan pada e3 Platform dikendalikan oleh Vehicle Motion Control, yang memantau kondisi secara real-time dan mengoordinasikan tenaga serta pengereman. Dari sisi kecerdasan berkendara, platform ini dilengkapi 33 sensor dan dua sensor LiDAR untuk pemetaan lingkungan yang akurat, termasuk fitur seperti Compass Turning untuk parkir paralel dan Narrow Road Parking. Pengemudi dapat menyesuaikan karakter drifting roda belakang sesuai preferensi.
Di level lebih tinggi, BYD menghadirkan e4 Platform, dengan empat motor listrik independen seperti pada Yangwang U9. Arsitektur ini memungkinkan kontrol individual tiap roda, didukung Next Generation CTB, sasis performa tinggi dari material serat karbon, dan kombinasi baja-aluminium untuk menjaga rasio kekuatan dan bobot optimal.
Melalui e3 dan e4 Platform, BYD menghadirkan pendekatan berlapis dalam arsitektur kendaraan listrik, mulai dari performa seimbang hingga eksplorasi performa ekstrem, menegaskan posisi BYD sebagai pemimpin inovasi di industri EV global.
SUMBER. LIPUTAN6.COM









